Dia Percaya (Cerita dari Fariz)
Dia Percaya Ayah, Ibu, percayakah kalian padaku? Aku seperti ini adanya. Aku tak sebaik mereka. Tak sepintar mereka. Tak semengagumkan mereka. Maafkan aku. Ayah, kau mengajarkanku untuk jadi laki-laku pemberani. Melatihku agar pandai berenang, nyatanya hingga kini aku masih takut tenggelam. Membuatku agar rajin belajar, nyatanya hingga kini aku tidak pernah juara kelas. Yang aku tau hanya memegang benda kecil ini, yang ukurannya tak lebih besar dari buku tulisku semasa sekolah. Tapi ini yang membuatku bahagia. Membuatku dihargai. Membuat aku merasa berguna menjadi manusia. Maafkan aku. Ibu, kau mengajarkanku bagaimana menjadi lelaki bertanggungjawab. Aku gagal di ujianku masuk perguruan tinggi yang kau ingin menempuh pendidikan di sana dulu kala. Aku melawan perintamu agar aku bagun pagi dan tidur sebelum jam 10 malam. Aku terlalu lelah berkelana siang hari dan belum pulang di malam petang. Maafkan aku. Ibu, Ayah, bagaimana aku bisa tetap hidu...