Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Janji Kak Fariz

“Kinara, apa kabar?” Kak Faris baru sms. Setelah 1 bulan kepindahanku kemari. “Baik.” “Kamu kemana aja ga pernah hubungi aku?” Kemana aja ga pernah hubungi ? Di sini siapa yang tidak menghubungi siapa? Tidak adil sekali jika dia mengatakan begitu. Okelah mungkin aku bisa menghubungi duluan. Tapi apa salahnya dia dulu. Hei… aku perempuan!!! Siapa diriku harus menghubungimu dulu? Siapa dirimu harus kuhubungi dulu? Iya, kita memeng bukan siapa-siapa dan tak memiliki hubungan apa-apa untuk saling menghubungi. Dua menit… 5 menit… aku diamkan. Logika memaksaku untuk tidak membalas, tapi hati ini dalam diamnya ingin. Dengan ragu aku memainkan keyboard hp. Terlambat, Kak Fariz mengirim sms lagi. “Kinar, aku sekarang kerja di majalah fashion. Jadi fotografer. Aku pernah janji mau traktir kamu kan kalau dapet kerja baru. Tapi kamu berada jauh.” Sebenarnya aku turut bahagia, menjadi fotografer, bermain-main dengan lensa dan gambar adalah cintanya. Tapi aku ingin biasa saja. B...