Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Untuk Kinara

Aku, ntahlah… merasa nyaman dengan gadis ini. Belum lama mengenalnya. Dia lucu dan bisa mengerti aku. Mau mendengarkan keluhku, tanpa banyak menasihati dulu. Aku tidak suka dinasihati. Aku ingin didengarkan. Dan dia tanpa kuminta sudah tau. Ntah bagaimana dia bisa membaca pikiranku. Aku mengerti sedikit luka yang sedang dia rasakan. Aku memang tidak tau persis rasanya. Tapi aku paham. Mungkin aku belum sebaik Kak Fariznya. Belum setampan Kak Fariznya. Belum seasik Kak Fariznya. Belum pantas. Tapi aku bisa membuatnya tidak terluka. Pikirku. Tapi aku belum yakin. Kadang aku bertanya dalam hati, “apakah ini benar?”. Semua yang kulakukan adalah yang kuanggap benar. Sampai saat ini aku melakukannya. Semoga ini benar. “UNTUK KINARA” Bawa aku ke tempat yang belum pernah kau kunjungi bersama sebelum aku Ajak aku melakukan hal-hal yang belum pernah kau lakukan bersama sebelum aku Ajari aku tentang cara menikmati hidup seperti caramu Beritau aku segala yang kau suka dan ...

Karena Bersamamuu Tak Pernah Semenarik Ini

Gambar
Gambar:  (http://aldilaa.blogspot.co.id/2012/08/mengapa-bulan-dan-bintang-hanya-bida.html) Sudah 8 bulan aku meninggalkan tanah Jawa menuju tanah Batak. 8 bulan pula aku meninggalkan orang lama dan menemukan orang-orang baru. Juga seseorang. Iya, aku kenal dengan seserorang. Namanya Ziddan. Dia juga dari Jawa. Ke Medan ikut kakaknya pindah. Dia kuliah di sini juga,bersamaku. Beda jurusan, beda gedung malah. Tapi setiap siang dia selalu datang ke jurusanku. Cari angin katanya. Bodoh. Alasan apa cari angin. Belakangan ini kami dekat. Kami selalu chatting di bbm. Nama teratas di daftar chatku ya..Ziddan Alfar Ramadhan. Segala hal kami bagi. Sesekali berbicara formal tentang pertemuan saat latihan Taekwondo, membosankan tentang pemerintahan negeri, lucu tentang film, debat tentang musik favorit, bahkan nakal tentang hubungan laki-laki dan perempuan. Aku senang mengenal Ziddan. Dia bisa menghiburku dari kehilangan sahabatku, Syarifa, y...

Berbeda (Telah Pergi)

Berbeda (Telah Pergi) “Kamu sudah berubah. Berubah itu berbeda dengan yang sebelumnya. Iya kamu berbeda. Aku tau, ini bukan sepenuhnya kesalahanmu. Ini semua karena k eadaan. Keadaan yang mengharuskan kamu begini. Berbeda dari sebelumnya. Tapi begitu lemahnya dirimu, mau saja menyerah dengan keadaan. Aku tau kamu lemah. Iya, semua orang bisa lemah, tapi mereka juga bisa menjadi kuat jika memang mereka mau. Kamu hanya perlu berlatih untuk menjadi kuat. Itu tidak sulit. Seperti aku yang kuat mencintaimu di segala keadaan. Kuat mencintaimu meski keadaan menyarankanku untuk berhenti. Aku mencoba berkawan dengan keadaan. Merajuknya bahwa aku pasti akan selalu baik-baik saja jika tetap mencintaimu” 14/11/2014 14.33 “Mau kemana lagi, Fa?” tanyaku   sambil tetap menghadap layar laptop.kla “Ke tempat Pak Nur” jawab Syarifa di depan kaca menyisir rambutnya. “Lagi?” “Hemmh” “Nanti sore   jadi ngumpul sama anak2 Taekwondo kan?” “Ya ampun Kinar, ntar so...