Berbeda (Telah Pergi)
Berbeda
(Telah Pergi)
“Kamu sudah berubah. Berubah
itu berbeda dengan yang sebelumnya. Iya kamu berbeda. Aku tau, ini bukan
sepenuhnya kesalahanmu. Ini semua karena k eadaan. Keadaan yang mengharuskan
kamu begini. Berbeda dari sebelumnya.
Tapi begitu lemahnya
dirimu, mau saja menyerah dengan keadaan. Aku tau kamu lemah. Iya, semua orang
bisa lemah, tapi mereka juga bisa menjadi kuat jika memang mereka mau. Kamu hanya
perlu berlatih untuk menjadi kuat. Itu tidak sulit. Seperti aku yang kuat
mencintaimu di segala keadaan. Kuat mencintaimu meski keadaan menyarankanku
untuk berhenti. Aku mencoba berkawan dengan keadaan. Merajuknya bahwa aku pasti
akan selalu baik-baik saja jika tetap
mencintaimu”
14/11/2014
14.33
“Mau
kemana lagi, Fa?” tanyaku sambil tetap
menghadap layar laptop.kla
“Ke
tempat Pak Nur” jawab Syarifa di depan kaca menyisir rambutnya.
“Lagi?”
“Hemmh”
“Nanti
sore jadi ngumpul sama anak2 Taekwondo
kan?”
“Ya
ampun Kinar, ntar sore ya! Aku lupa! Ijinin aja deh. Kayaknya ini sampe malem,
soalnya mau bahas jadwal pemotretan buat bulan depan. Udah ah”
“Fa,
kalau nanti kamu udah jadi artis terkenal, kamu masih mau tinggal sekamar sama
aku ngga sih? Maskeran bareng sama aku. Kita jalan ke pasar murah cari obralan.
Kadang mandi bareng, haha. Terus tiap malam minggu kita nangis2 bareng, kamu
cerita tentang Ifan, aku galau tentang Kak Fariz…” aku berpaling, menoleh, kosong.
Syarifa sudah pergi. Iya, Syarifa sudah berubah, dia sudah pergi.
Komentar