Karena Bersamamuu Tak Pernah Semenarik Ini
Gambar:
(http://aldilaa.blogspot.co.id/2012/08/mengapa-bulan-dan-bintang-hanya-bida.html)
Sudah 8 bulan aku
meninggalkan tanah Jawa menuju tanah Batak. 8 bulan pula aku meninggalkan orang
lama dan menemukan orang-orang baru. Juga seseorang. Iya, aku kenal dengan
seserorang. Namanya Ziddan. Dia juga dari Jawa. Ke Medan ikut kakaknya pindah. Dia
kuliah di sini juga,bersamaku. Beda jurusan, beda gedung malah. Tapi setiap siang
dia selalu datang ke jurusanku. Cari angin katanya. Bodoh. Alasan apa cari
angin.
Belakangan ini
kami dekat. Kami selalu chatting di bbm. Nama teratas di daftar chatku
ya..Ziddan Alfar Ramadhan. Segala hal kami bagi. Sesekali berbicara formal tentang
pertemuan saat latihan Taekwondo, membosankan tentang pemerintahan negeri, lucu
tentang film, debat tentang musik favorit, bahkan nakal tentang hubungan
laki-laki dan perempuan. Aku senang mengenal Ziddan. Dia bisa menghiburku dari
kehilangan sahabatku, Syarifa, yang mulai serius mengejar impiannya menjadi
artis dan …. Kak Fariz.
Kak Fariz mana? Kak
Fariz ada di urutan bawah. Tenggelam. Hilang. Sudah lama tidak berhubungan
dengan dia. Sepertinya dia benar tidak menginginkanku. Sudahlah, aku sedang
enggan membahas Kak F.
##
Aku baru pulang
dari latihan Taekwondo. Biasanya aku dan Syarifa berangkat bareng. Kali ini
tidak. Sudah 3x sih. Baru saja aku diantar Ziddan pulang. Dia hanya menawarkan,
dan aku tanpa berpikir panjang langsung bilang “iya”. Tidak ada cukup alasan
untuk menolak
Lagipula, saat itu aku sedang butuh kendaraan untuk pulang ke
kos.
Sepanjang
perjalanan, Ziddan lebih banyak diam. Berbeda ketika saat berbicara di dunia
maya. Dia banyak bicara di sana. Di sini, aku yang terus mengajakknya bicara.
Setiap pertanyaanku dijawabnya penuh semangat. Dari pertanyaanku muncul lagi
pertanyaan-pertanyaan darinya. Kami saling bercerita. Kami tertawa.
Satu kata yang
paling kuingat, saat di amengatakan, “Bulannya bagus!” kemudian aku memandang
ke atas. Mencari bulan di langit. Memandangnya. Seakan ia juga memandangku. Kami.
Sekali lagi di
depan pintu gerbang kos, aku melihatnya tertawa. Matanya hilang ketika tertawa.
Lucu. Aku senang bisa bersama dengan Ziddan. Bisa mengenalnya. Bisa membuatku
sedikit melupakan kekecewaanku terhadap Kak F.
Tau perasaanku?
Hai kamu,
Kamu yang belakangan ini menemani
hari2ku.
Mengukir tawa diantara air mata yang
mengalir
Membuatku lupa bahwa ku miliki sedikit
luka
Kaulah alasanku berani melawan badai
di tengah hujan
Alasanku melupakan masa lalu yang
perih
Aku tau tentangmu lebih dari yang
orang kira
Kita saling bercerita
Malam itu di bawah sinar bulan
Kita tertawa bersama
Membicarakan hak bodoh tentang kita
sendiri
Dan kuyakin..
Kau mengingat setiap kata yang kuucap
Jika ada kesempatan lain, bolehlah
kuulang lagi?
Tidak!
Lagi, lagi dan lagi!!
Karena saat bersamamu tak pernah
semenarik ini
Dan segala hal serasa berjalan terlalu
cepat

Komentar